• Jl. Siwalan No. 37, Kerten, Laweyan, Surakarta
  • (0271) 765 17 17
  • solocancerhospital@gmail.com

Insomnia

Insomnia merupakan kondisi yang banyak di alami masyarakat Indonesia, tercatat lebih dari 2 juta kasus per tahun. Insomnia adalah gangguan tidur yang berlangsung secara terus-menerus. Gangguan tidur dapat berupa kesulitan untuk memulai tidur, kesulitan untuk mempertahankan tidur, dan kualitas tidur yang buruk sehingga merasa lelah saat bangun. Seseorang terbangun dari tidur tetapi merasa belum cukup tidur dapat disebut mengalami insomnia. Insomnia bukan berarti sama sekali seseorang tidak dapat tidur atau kurang tidur, karena orang yang menderita insomnia sering dapat tidur lebih lama dari yang mereka perkirakan, tetapi kualitasnya kurang.


Terdapat 3 jenis insomnia, yaitu:

● Early insomnia, yaitu insomnia ketika akan tidur. Kesulitan untuk tidur walaupun badan terasa lelah.

● Middle insomnia, yaitu insomnia yang muncul dipertengahan tidur. Penderita terbangun saat tidur, kemudian sulit untuk kembali tidur. Penderita akan sering terbangun saat tidur kembali.

● Late insomnia, yaitu insomnia yang muncul saat awal tidur dan tidak dapat kembali tidur.


Berdasarkan durasi gejala, insomnia terbagi menjadi 2 tipe, yaitu:

1. Insomnia akut adalah kesulitan tidur yang di alami dalam periode waktu yang singkat, dan hanya muncul pada kondisi tertentu. Penyebab insomnia akut antara lain :



- Stres psikis, contohnya stres karena kehilangan pekerjaan, perceraian, pertengkaraan, dsb.

- Faktor lingkungan, seperti bising, cahaya terlalu terang, cuaca yang ekstrim (terlalu dingin/panas).

- Pengaruh obat-obatan.

- Waktu tidur yang terganggu, seperti dalam perjalanan dan lembur saat bekerja.

- Dalam kondisi sakit, yang dapat mengganggu kualitas tidur. Seperti saat demam, pusing, dsb.


2. Insomnia kronis, adalah kesulitan tidur yang dialami dalam periode waktu yang panjang yakni 3 hari dalam 1 minggu yang dapat berlangsung 3 bulan berturut-turut atau lebih. Penyebab insmonia kronik antara lain :


- Depresi

- Kecemasan (Anxiety)

- Stress berkepanjangan

- Penyakit kronis

- Faktor resiko seseorang mengalami insomnia juga dapat disebabkan oleh faktor gaya hidup, antara lain

- Kurang olahraga

- Pola makan yang buruk

- Konsumsi kafein, nikotin, dan alkohol

Terapi insomnia yang dapat dilakukan penderita di rumah tanpa obat-obatan dengan melakukan kebiasaan yang baik saat tidur antara lain :


1. Cobalah untuk tidur pada jam yang sama dan bangun pada jam yang sama, setiap hari.

2. Hindari penggunaan ponsel yang lama sebelum tidur.

3. Hindari konsumsi kafein, nikotin, dan alkohol terutama saat malam hari.

4. Lakukan olahraga rutin.

5. Hindari konsumsi makanan berat, lebih baik konsumsi makanan ringan dengan kandungan gizi yang baik.

6. Buatlah suasana yang nyaman di tempat tidur.

7. Lakukan hal yang dapat membuat anda rileks, membaca buku, mendengarkan musik, atau mandi.

Jika anda merasa mengalami gejala insomnia, dan sudah melakukan terapi diatas namun masih mengalami kesulitan tidur atau mengalami gejala gangguan tidur (insomnia kronis) seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, yang berdampak pada kehidupan sehari-hari, sebaiknya anda segera konsultasi dengan tenaga ahli profesional kami, dengan dokter spesialis Kesehatan Jiwa atau yang biasa disebut sebagai psikiater, untuk mendapat penanganan yang tepat.