• Jl. Siwalan No. 37, Kerten, Laweyan, Surakarta
  • (0271) 765 17 17
  • solocancerhospital@gmail.com

Selangkah Lebih Dekat Dengan Sadari

Kanker payudara dan kanker leher rahim merupakan jenis kanker pada perempuan tertinggi di Indonesia. Permasalahan sampai saat ini adalah pasien dengan kanker payudara dan kanker leher rahim datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi lanjut. Mengapa tidak terdeteksi pada tahap awal? Hal ini berkaitan dengan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kanker itu sendiri. Banyak anggapan dan mitos yang keliru beredar di masyarakat, sehingga masyarakat berusaha mencegah kanker dengan cara yang kurang tepat. Selain itu, pengetahuan yang keliru mengenai kanker juga menimbulkan kesadaran yang rendah untuk rutin memeriksakan diri / deteksi dini.

Kanker payudara, banyak menyerang wanita di Indonesia. Sebagai faktor resiko, selain berkaitan dengan genetik, banyak faktor lain yang berkaitan dengan gaya hidup yang diduga menjadi pencetus kanker payudara, seperti kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, riwayat terapi hormonal dalam jangka waktu lama, riwayat obesitas dan kurang aktivitas fisik, serta diet yang tidak sehat. Kanker dapat dicegah dengan meminimalisir faktor- faktor resiko di atas dan meningkatkan program deteksi dini.

Apa itu deteksi dini ?

Deteksi dini merupakan pemeriksaan yang dilakukan pada sekelompok orang sehat tanpa gejala, untuk mengecek apakah terdapat kelainan berkaitan dengan suatu penyakit tertentu. Untuk kanker payudara, deteksi dini yang paling mudah dan dapat dilakukan sendiri adalah dengan pemeriksaan SADARI ( Pemeriksaan Payudara Sendiri ).

SADARI adalah pemeriksaan yang dilakukan sebagai deteksi dini kanker payudara. Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan yang sangat mudah dilakukan oleh setiap wanita untuk mencari benjolan atau kelainan lainnya. SADARI dianjurkan dilakukan secara intensif pada semua wanita mulai usia 20 tahun karena pada umumnya pada usia tersebut jaringan payudara sudah terbentuk sempurna. Wanita sebaiknya melakukan SADARI sekali dalam satu bulan, yaitu sekitar 7 hari setelah haid berakhir. Jika wanita menjadi familiar terhadap payudaranya dengan melakukan SADARI secara rutin maka dia akan lebih mudah mendeteksi keabnormalan pada payudaranya sejak awal atau mengetahui bahwa penemuanya adalah normal atau tidak berubah selama bertahun - tahun.

CARA PEMERIKSAAN SADARI

Sebagai langkah awal sebelum melakukan SADARI, maka dapat dilakukan langkah – langkah sebagai berikut :

  1. Buka baju dan tanggalkan bra Anda dan berdiri tegak di depan cermin dengan kedua lengan lurus ke bawah. Perhatikan ada-tidaknya perubahan ukuran dan bentuk dari payudara Anda, seperti lekukan atau kerutan dari kulit

  2. Melihat Perubahan di Hadapan Cermin. Lihat pada cermin, bentuk dan keseimbangan bentuk payudara (simetris atau tidak).

    • Melihat Bentuk Payudara di Cermin
    • Periksa Payudara dengan Diangkat kedua tangan
    • Berdiri di depan cermin tangan di samping
    • Menegangkan otot dengan cara berkacak pinggang
  3. Pemeriksaan payudara dengan cara

    • Vertical strip
    • Memutar
    • Memeriksa cairan dari puting
    • Memeriksa pembesaran kelenjar di ketiak